Langsung ke konten utama

Nur Agis Aulia, Bakal Calon Walikota




Nur Agis Aulia 

Untuk Kota Serang


Pilkada Kota Serang ini cukup menarik. Bakal calon Walikota yang muncul memiliki peluang yang sama untuk jadi. Tidak ada kekuatan yang lebih dominan. 


Permasalahan ibukota provinsi Banten ini juga selalu menjadi obrolan yang tidak kalah menarik. Baik dari polemik kelayakan Kota Serang sebagai sebuah daerah ibukota provinsi, bahkan sampai status hukum Kota Serang sebagai ibukota provinsi Banten yang masih rancu. 


Layaknya daerah ibukota provinsi, idealnya menjadi etalase yang menawan. Kemampuan keuangan daerah yang disebut kecil mestinya tidak melulu jadi akar masalah pembangunan. 


Era disrupsi seperti sekarang ini mestinya jadi momentum untuk menemukan solusi atas segala permasalahan daerah dengan cara yang atraktif, tidak konvensional, dan gaya berfikir dari seorang pemimpin yang compatible dengan zaman. 


Jujur aja, saya melihat sosok kang Nur Agis Aulia ini bukan hanya muda, tapi cukup memahami bagaimana dunia bekerja hari ini, dan bagaimana respon terhadap dunia yang jauh berbeda dari apa yang dibayangkan oleh para orang tua kita dulu. 


Fisik yang segar, lincah, dan gaya berfikir yang tidak konvensional, saya pikir adalah sosok yang cukup ideal untuk ditawarkan sebagai pemimpin Kota Serang saat ini. 


Gimana? 


#nuragisauliakotaserang

#nuragisaulia

#kotaserangberdaya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tangan Kekar Anak Komisariat

Oleh : Imam Maulana Ketua KAMMI Komisariat IAIN SMH Banten 2013-2014 “Perjungan ini difikirkan oleh orang-orang cerdas, dikerjakan oleh orang-orang ikhlas dan dimenangkan oleh orang-orang pemberani”(Ahli Hikmah)                         Munculnya gagasan pembentukan kesatuan aksi bagi mahasiswa muslim adalah ide spontan yang muncul selama diskusi-diskusi dalam sidang komisi FSLDK (Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus) Nasional ke-X yang berlangsung sejak Jumat-Ahad, 25-29 Maret 1998, di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Setidaknya ada dua alasan pembentukan kesatuan aksi untuk menghimpun potensi mahasiswa muslim ini, terutama yang tergabung dalam LDK. Pertama, keprihatinan mendalam terhadap krisis nasional dan didorong tanggung jawab moral terhadap penderitaan rakyat yang masih terus berlangsung serta itikad untuk berperan aktif dalam proses perubahan ke...

Menyoal Fanatisme Organisasi

Sebagai mahluk sosial, seseorang tidak bisa lepas dari orang lain dalam menjalani kehidupan. Hampir setiap hari, kita melakukan interaksi sosial, baik secara langsung maupun tidak langsung. Mungkin inilah yang mendasari lahirnya sebuah perkumpulan sosial, dimana ada sekelompok masyarakat yang memiliki tujuan yang sama dan bersepakat untuk bersama-sama meraih tujuan tersebut. Lahirnya perkumpulan sosial ini biasanya di latar belakangi oleh kesamaan nasib sepenanggungan yang dialami akibat situasi sosial yang ada. Misalnya, bangsa Indonesia sebelum meraih kemerdekaan, memiliki semangat yang sama untuk merdeka dari segala bentuk penjajahan, sebab penjajahan tersebut sangat membuat bangsa Indonesia terpuruk. Padahal diantara mereka sendiri terdapat banyak perbedaan, misalnya berbeda daerah, berbeda suku, berbedaya budaya, tetapi dipersatukan oleh nasib yang sama sehingga memutuskan untuk bersama-sama menjadi sebuah bangsa pada 28 oktober 1928, setelah sekira tiga abad melawan pe...

Mau Hidup 1000 Tahun Lagi

by: imammers                                 Suatu ketika ada pohon yang amat besar di sebuah desa. Akarnya kekar mencengkram tanah. Batang-batangnya membentang mengarah ke langit. Daun-daunnya yang hijau setia memayungi bumi. Saat angin bertiup keluarlah suara-suara merdu. Bisa jadi ia memiliki usia puluhan tahun atau bahkan sampai ratusan dan ribuan tahun. Setiap tahun pohon tersebut dapat menghasilkan buah-buahan yang cukup menghidupi desa dari kelaparan. Tapi, kebanyakan orang-orang desa tidak mengetahui kapan pohon besar itu mulai muncul dan tidak peduli sampai kapan pohon itu ada. Dengan berbagai cara, orang-orang desa mengambil buah dari pohon itu. Ada yang melemparinya dengan batu-batu hingga buahnya jatuh. Ada yang menyogok-nyogok dengan sebilah bambu. Ada pula yang menggoyang-goyang dahannya. Setelah mereka dapat buahny...