Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Serial Kepemimpinan

Dapet Igab Dari Bang Haba

Dapet igab dari pimpinan DPRD Kota Serang, bg Hasan Basri . Kue ulang tahun beliau yang ke - 48 tahun. Barakallah Fi umrik abangda. Semoga dikuatkan untuk terus melayani rakyat Kota Serang.  Saya kenal beliau sejak kuliah di tahun pertama tahun 2011. Beliau adalah guru pergerakan lintas generasi. Banyak inspirasi dan motivasi, juga provokasi untuk bergerak beramal menjadi insan yang bermanfaat untuk banyak orang.  Sosok yang saya anggap mampu mengamalkan tradisi kenegarawanan tokoh-tokoh bangsa masa lalu, yaitu tentang pengorbanan, mengedepankan urusan umat sebelum urusan pribadi.  Semoga sukses dan berkah. Sebagai juniornya, tentu saja kita berharap beliau jadi pemimpin daerah di masa depan. (21 Juni 2021)

Gaya Kepemimpinan, Jadi Faktor Penting Lahirnya Ketaatan

Serial Kepemimpinan 12   Mengapa seorang anggota tidak memiliki ketaatan utuh terhadap ketua organisasi, padahal Ia telah melalui serangkaian pembinaan organisasi cukup lama? Bahkan sebenarnya Ia telah memahami bahwa ketaatan itu penting dalam proses berorganisasi? Mari kita simak ulasannya dari referensi yang eksklusif dan kurang dieksplorasi ini..   Dalam tulisan kemarin, Sa'id Hawa memberikan pelajaran bahwa ada dua kata kunci agar muncul sebuah ketaatan utuh dari seorang anggota organisasi, ialah Ilmu dan Kepercayaan (rasa percaya terhadap pemimpin).   Pertama, Ilmu. Bila pada tahap pertama, seorang anggota organisasi sekedar diberikan informasi umum tentang nilai-nilai atau prinsip umum organisasi, maka pada tahap kedua, anggota organisasi diberikan fasilitas pembinaan guna menginternalisasi nilai-nilai dan prinsip organisasi secara lebih khusus dan mendalam. Dalam proses ini kira kira terjadi transmisi ilmu, proses pembangunan keyakinan terhadap sebuah p...

Sekilas Kemunculan Ketaatan

Serial Kepemimpinan 11   Sebagai seorang pemimpin, kita selalu merasa ingin ditaati oleh anggotanya. Kita pun tentunya senang dengan anggota-anggota yang taat, dan kadang kesal dengan anggota yang tidak taat. Fenomena itu biasa dalam sebuah organisasi.   Yang perlu kita sadari, ketaatan seorang anggota pada pimpinannya bukanlah hal yang instan, melainkan harus melalui serangkaian proses tahapan. Sehingga seorang pemimpin tidak bisa serta merta menuntut setiap anggotanya untuk taat, padahal anggotanya belum pernah diberikan pemahaman tentang apa hak dan kewajibannya sebagai seorang anggota.   Bila mengambil inspirasi dari Hasan Al-Banna, maka kita dapat temukan pelajaran bagaimana Ia membagi tahapan proses seseorang menuju pribadi yang nantinya bisa diambil komitmen ketaatannya dalam sebuah organisasi. (Taat yang dimaksud oleh Hasan Al-Banna, ialah ditunaikannya perintah dengan serta merta, baik dalam keadaan sulit maupun mudah, saat bersemangat maupun malas) ...

Gw Punya Pemimpin Yang Asik

Pergibahan Duniawi di Sudut Grup WA Terselubung (Serial Kepemimpinan 10) Menciptakan iklim organisasi yang baik, bisa dimulai dari gaya kepemimpinan seorang pemimpin. Dalam hal ini yang dimaksud iklim organisasi yang baik tersebut adalah ketika hubungan antar anggota dan ketua terbangun kemistri yang apik untuk menjalankan sebuah rencana-rencana organisasi. Pada umumnya setiap anggota kelompok/organisasi menyukai pemimpin yang asik; care, egaliter, demokratis, dan easy going. Namun tidak sedikit justru pemimpin yang ada ialah pemimpin yang kaku, terlalu tekstual, dan kurang peduli terhadap kondisi yang dialami oleh para anggotanya. Kenyamanan kita pada seorang pemimpin setidaknya memberikan efek positif pada kerja-kerja yang kita lakukan sebagai prajurit. Sebaliknya, ketidaknyamanan kita pada gaya kepemimpinan seseorang akan menambah beban pada setiap pekerjaan. Ada yang bilang, faktor utama seseorang resign dari pekerjaan adalah disebabkan oleh ketidaknyamanannya pada seorang at...

Post Power Syndrome

Pergibahan Duniawi di Sudut Grup WA Terselubung (Serial Kepemimpinan 2) Saya teringat dengan pesan dari salah satu guru saya, kira-kira beliau memberikan nasihat tentang menyikapi sebuah jabatan tertentu. Letakkan jabatan itu di genggaman, dan jangan sampai jabatan tersebut masuk ke dalam dada-dada kita. Sebab jika masuk ke dalam dada kita, maka jabatan tersebut akan mengendalikan diri kita. Namun jika jabatan itu ada di genggaman, maka kitalah yang akan mengendalikannya.  Seseorang yang dalam kurun waktu tertentu memegang jabatan tertentu, biasanya tidak mudah untuk melepaskan jabatannya begitu saja. Apalagi posisi jabatan tersebut juga digunakan untuk mencari sumber penghasilan. Sedangkan usia seseorang tidak ada yang abadi, serta jabatan juga punya durasi. Di sini pentingnya kita menyadari bahwa tidak ada yang abadi. Boleh jadi hari ini jabatan kita mentereng, mungkin sebagai pejabat negara atau pimpinan organisasi yang memiliki nilai presticius, fasilitas dibiayai negara atau o...

Sikap Negarawan dan Kematangan Berpolitik

Pergibahan Duniawi di Sudut Grup WA Terselubung (Serial Kepemimpinan) Menimbang sikap negarawan dan kematangan berpolitik seseorang, agaknya menjadi diskursus yg selalu menarik dalam dunia per-gibahan duniawi. Konon, dalih akan bolehnya menggibah ini adalah dalam upaya mencari model kepemimpinan ideal, sebab kita adalah calon pemimpin di masa depan, katanya. Ternyata mencari sosok negarawan yang memiliki kematangan berpolitik itu tidak mudah. Barangkali sering kita menyaksikan orang-orang memasukkan persoalan politik ke dalam hati dan perasaannya, yang berimbas pada pendeknya sumbu kedewasaan alias kekanak-kanakan. Perasaanya mudah diombang-ambing oleh manuver lawan politik atau situasi politik yang tengah dihadapinya. Gengsi, emosi, dilema, campur aduk menutupi objektifitas dalam memandang keadaan. Keputusan yang diambil bukan lagi karena untuk kepentingan umat, tetapi gara-gara ingin memenuhi hasrat emosinya yang arogan dan feodal. Sikap negarawan yang memiliki kematangan berpolitik ...