Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2021

Mati Besar VS Mati Kerdil

                       Orang yang hidup untuk dirinya sendiri, kata Sayyid Quthub akan hidup sebagai orang kerdil dan mati sebagai orang kerdil. Tapi orang yang hidup untuk orang lain, akan hidup sebagai orang besar dan mati sebagai orang besar. Tamparan quotes ini cukup telak kita rasakan apabila kita mendapati bahwa benar diri kita selama ini memang terlalu memikirkan hidup kita sendiri. Kita seringkali terlalu gelisah kalau besok nggak bisa makan, kita terlalu takut kalau uang persediaan hidup untuk beberapa pekan ke depan mulai menipis, atau bahkan kita juga terlalu mengkhawatirkan tentang sukses atau nggaknya diri kita di masa depan. See,.. ternyata segala usaha yang kita lakukan selama hidup ini adalah untuk diri kita sendiri.             Tentang kesulitan yang dialami oleh orang lain, masalah-masalah yang tengah menjerat umat, lingkungan yang sedang nggak baik-baik aja, nggak masuk dalam daftar hal-hal yang kita anggap sebagai masalah kita. Kita selalu berfikir bahwa masalah

Dapet Igab Dari Bang Haba

Dapet igab dari pimpinan DPRD Kota Serang, bg Hasan Basri . Kue ulang tahun beliau yang ke - 48 tahun. Barakallah Fi umrik abangda. Semoga dikuatkan untuk terus melayani rakyat Kota Serang.  Saya kenal beliau sejak kuliah di tahun pertama tahun 2011. Beliau adalah guru pergerakan lintas generasi. Banyak inspirasi dan motivasi, juga provokasi untuk bergerak beramal menjadi insan yang bermanfaat untuk banyak orang.  Sosok yang saya anggap mampu mengamalkan tradisi kenegarawanan tokoh-tokoh bangsa masa lalu, yaitu tentang pengorbanan, mengedepankan urusan umat sebelum urusan pribadi.  Semoga sukses dan berkah. Sebagai juniornya, tentu saja kita berharap beliau jadi pemimpin daerah di masa depan. (21 Juni 2021)

Menghina Orang

  *** Hukum dasar dari menghina atau mencela orang lain ialah haram. Sebab hal tersebut dilarang oleh Allah dalam QS. Al-Hujurat ayat 11.  Tapi mengapa secara khusus hanya Presiden yang dilarang dihina melalui pasal penghinaan kepala negara? Mengapa tidak ada pasal serupa untuk ulama, kiyai, atau tokoh agama, apabila memang melihat dari status jabatan penting dalam sebuah negara? Bukankah para tokoh agama juga bagian dari sosok terhormat yang berjasa menjaga NKRI, sehingga perlu dijaga nama baiknya, sama seperti kepala negara.  Kalau kita mau jujur, maka kita akan dapati bukan hanya kepala negara yang kerap dijadikan bahan lelucon akibat ketidaksukaan sebagian pihak. Namun, sebagian para tokoh agama kita yang berperan sebagai penguat NKRI, juga kerap mendapat perlakuan yang sama. Bahkan lebih jauh dari itu, siapapun pada dasarnya tidak berhak dihina. Apakah itu kepala negara, tokoh agama, atau rakyat jelata sekalipun. Tapi pertanyaannya, bagaimana kalau kita lagi emosi dengan kepala ne

Gaskeun Kampoeng Hayam!

Malam tadi saya berkunjung ke tempat barunya om Ihyauddin Rosyadi Elbantany di daerah Cikulur sebelum MAN 1 Kota Serang. Kali ini beliau nggak hanya melanjutkan bisnis resto ayam yang sebelumnya berlokasi di depan brimob Kota Serang, tapi juga membuat tempat ngopi, bahkan mendirikan lembaga pendidikan tahfidz al-quran.   Sedikit banyak saya menyaksikan perjalanan beliau dalam membangun bisnis. Dari mulai percetakan, buka resto Mie Edan di Giant, resto Ayamayaman di depan brimob, sampai yang sekarang Kampoeng Hayam di Cikulur, Kota Serang.   Selain perjalanan bisnis, saya juga sebelumnya sempat mengikuti perjalanannya sebagai aktivis mahasiswa di ujung masa pensiunnya, saat menjabat sebagai Ketua Umum KAMMI Daerah Banten. Saya ingat betul waktu itu jadi anak bawang nemenin beliau dalam konsolidasi lintas gerakan mahasiswa dalam Aksi HUT Banten tahun 2011 di sekretariat KAMMI Banten di daerah Penancangan, Kota Serang.  Beliau bercerita tentang pandemi yang sangat berdampak pada perkemban

Mendorong Pemerintah Kota Serang Membangun Coworking Space

  Co Working Space di Surabaya *** Coworking Space yang mulai menjamur sekira lima tahun yang lalu di beberapa Kota Besar yang ada di Indonesia dianggap turut mendukung para pegiat ekonomi kreatif untuk mengembangkan ide dan kreatifitasnya.  Hadirnya Coworking Space tentu didasari oleh kebutuhan masyarakat di daerah tertentu. Seperti masyarakat yang tinggal di perkotaan. Gedung perkantoran yang telah padat, sistem bisnis yang telah berubah, menjadi alasan pentingnya ruangan kerja yang fleksibel yang dapat digunakan oleh pelaku ekonomi kreatif.  Pertanyaanya, apakah masyarakat Kota Serang membutuhkan Coworking Space?  Meskipun hiruk pikuk aktivitas bisnis atau industri kreatif di Kota Serang tidak sepadat di kota besar, tapi jangan salah, ada banyak pegiat kreatif di Kota Serang. Hanya belum terekspos saja. Malah ke depan akan jauh lebih banyak apabila fasilitas ke arah sana dapat dukungan dari pemerintah.  Kehadiran Coworking Space di Kota Serang saya kira penting sebagai fasilitas yan

Mencari Coworking Space di Kota Serang

pic : pinterest Co-Working Space, sebuah tempat yang belakangan ngetrend di beberapa kota besar. Tempat tersebut difungsikan sebagai kantor oleh anak-anak muda untuk mengerjakan sebuah project yang cukup dikerjakan dengan cara mengutak-ngatik gadget. Selain cara bekerja, kita juga dapat menyaksikan hal unik lainnya bahwa sebagian orang hari ini tidak perlu masuk kantor untuk bekerja, mereka dapat bekerja dimanapun dengan jam kerja yang tidak ditentukan. Tidak terikat oleh waktu dan tidak perlu pergi ke tempat kerja. Mereka dapat bekerja dari rumah, atau pergi ke Co-Working Space yang sengaja di desain untuk memantik lahirnya ide-ide baru. Co-Working Space juga jadi tempat ngumpulnya anak-anak muda pegiat start-up, atau mereka yang tertarik dalam gerakan sosial yang terhubung dengan dunia digital. Hadirnya tempat semacam itu diyakini akan mendorong tumbuhnya tradisi untuk terus bertumbuh, tradisi menciptakan solusi, dan tradisi kolaborasi. Tapi sayang, saya sulit menemukan tempat