Langsung ke konten utama

Ngopi Bareng Anak Komsat 2025




_Begini Kira-Kira Obrolannya :_ 


Islam yang kita fahami bukan hanya sekedar ibadah ritual, tetapi mendorong pemeluknya untuk terlibat aktif dalam agenda panjang perbaikan peradaban. 


Sebab, sebetulnya kita juga adalah pelaku sejarah yang terhubung dengan sejarah perjalanan panjang umat manusia dari masa ke masa. 


Atas persoalan yang terjadi, islam menghendaki kita untuk tidak diam, islam tidak menghendaki kita hanya menjadi penonton setia disaat terjadi masalah di berbagai sisi. 


Selanjutnya, organisasi seperti KAMMI dapat dijadikan kendaraan perjuangan untuk mengakselerasi misi islam dalam agenda perbaikan. 


Dalam karakter gerakannya, KAMMI menempatkan amal menjadi sebuah karakter gerakan. Amal menjadi wujud atas shalat shalat yang kita lakukan, amal menjadi wujud atas alquran yang kita baca... Konsekuensi hubungan kita dengan Allah, kemudian mendorong kita untuk senantiasa bermanfaat untuk manusia lainnya. 


Dan keaktifan kita dalam organisasi, misalnya seperti KAMMI, adalah wujud atas ketaatan kita pada Allah SWT yang menghendaki kita untuk terus beramal. 


---


Gak hanya itu, banyak sebetulnya yang kita bahas: misalnya soal kita yang harus update dengan berita. 


Sebagai aktivis muslim, kita harus sering update berita, baik isu kampus, daerah, nasional hingga isu dunia. 


Sebab, barangkali ada orang yang perlu kita tolong, ada orang dzalim yang perlu kita kalahkan, ada orang kelaparan yang perlu kita bantu, ada orang jahat yang harus kita lawan, memang pada dasarnya ada sesuatu yang harus kita lakukan sebagai konsekuensi atas syahadat yang kita ucapkan, yakini dan wajib diamalkan.


Update berita, lakukan analisis, buat serangkaian respon yang memungkinkan untuk dilakukan, baik dalam level organisasi maupun individu. 


Selain itu, kita juga membahas soal pentingnya meningkatkan kapasitas individu, sebab Allah menyukai muslim yang kuat. 


Ya kuat kelimuannya, kuat fisiknya, kuat eksekusinya. Maka penting untuk kitaterus mengoptimalkan kualitas diri tersebut dalam upaya menjalankan peran sebagai khalifah fil ard sesuai dengan bidangnya masing-masing. 


Ada yang mungkin kecenderungannya  di bidang sains, bisnis, keilmuan syariah, dan seterusnya, perkuat keilmuan tersebut masing-masing agar dapat berkontribusi pada agenda perbaikan peradaban. 


Dan organisasi, sudah semestinya mendorong peningkatan kualitas individu tersebut.


Dan pembahasan utama dalam pertemuan tersebut sebetulnya adalah bagaimana kita menjadikan isu pembebasan baitul maqdis sebagai isu utama umat islam. 


Sebab ada kemuliaan yang besar apabila kita terlibat dalam perjuangan pembebasan baitul maqdis. 


Namun, PR nya terlalu banyak memang. Ialah tentang pemahaman dan persatuan umat. 


Tentang pemahaman, hal sederhana saja, masih banyak yang belum tau kalau ternyata Masjid Al Aqsha itu letaknya bukan di Gaza. Atau banyak yang belum tau kalau Palestina itu bukan hanya Gaza. Dan seterusnya. 


Tentang persatuan, ini lumayan berat. Kita harus membudayakan mencari titik temu atas segala perbedaan yang ada. Agar kita dapat fokus pada isu utama dan kepentingan bersama.


---


Selanjutnya, tentang bagaimana membangun kapasitas dan aktualisasi organisasi. Bahwa kepengurusan KAMMI Komisariat ada yang telah dan sebentar lagi berganti. Ini harus dijadikan momentum perbaikan organisasi. Misalnya dalam menentukan program kerja. Sebisa mungkin kita tidak serta merta mengcopy paste program kerja kepengurusan sebelumnya. Kita harus membudayakan untuk berfikir terstruktur dan sistematis dalam berorganisasi.


Pembahasan penentuan program kerja merupakan agenda terakhir dalam rangkaian rapat kerja. Namun tidak jarang kita memotong tahapan penting yang harusnya dilakukan dan langsung meloncat untuk membahas program kerja. 


Pembahasan penting itu ialah proses brainstorming permasalahan serta menganalisis kondisi internal dan eksternal. Pemahaman kita pada masalah, pemahaman kita dengan kondisi internal dan eksternal organisasi, kemudian dielaborasi dengan falsafah perjuangan. Dari dialegtika itu kemudian kita dapat memetakan masalah, kondisi, serta gagasan solusi yang tertuang pada visi misi kepengurusan, target, baru kemudian program kerja apa yang dibutuhkan sebagai pemecahan masalah yang di awal kita bahas. Jadi program kerja itu sangat mungkin tidak sama dengan periode sebelumnya, karena kondisi pun pasti berubah. Ada banyak tools format pengelolaan organisasi yang sebetulnya dapat kita akses di google dan bisa kita coba prkatikan. 


Mengelola organisasi dengan ilmu organisasi akan mengakselerasi gerakan jadi lebih baik, terstruktur dan sistematis. Sehingga eksistensi organisasi jadi lebih progresif.

18 April 2025

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ringkasan Buku Komitmen Muslim Sejati (Ust. Fathi Yakan) Bagian Pertama

BAB PERTAMA APA ARTINYA SAYA MENGAKU MUSLIM? Bagian pertama buku ini memaparkan karakteristik terpenting yang harus ada pada diri seseorang agar ia menjadi muslim sejati. Berikut akan di bahas secara ringkas karakteristik paling menonjol yang harus ada pada diri seorang muslim agar pengakuannya sebagai penganut agama ini merupakan pengakuan yang benar dan jujur.  Dalil: Qs. Al-Hajj:78 Karakteristik yang harus dimiliki agar menjadi seorang muslim sejati adalah sebagai berikut: Pertama : SAYA HARUS MENGISLAMKAN AKIDAH SAYA          Syarat pertama pengakuan sebagai muslim dan sebagai pemeluk agama ini adalah hendaklah akidah seorang muslim adalah akidah yang benar dan sahih, selaras dengan apa yang terdapat dalam Al-Quran dan sunah Rasulullah Saw. Konsekuensi dari mengislamkan akidah saya: 1.            Saya harus meyakini bahwa pencipta alam ini adalah Allah Yang Hakim (Mahabija...

Menyoal Fanatisme Organisasi

Sebagai mahluk sosial, seseorang tidak bisa lepas dari orang lain dalam menjalani kehidupan. Hampir setiap hari, kita melakukan interaksi sosial, baik secara langsung maupun tidak langsung. Mungkin inilah yang mendasari lahirnya sebuah perkumpulan sosial, dimana ada sekelompok masyarakat yang memiliki tujuan yang sama dan bersepakat untuk bersama-sama meraih tujuan tersebut. Lahirnya perkumpulan sosial ini biasanya di latar belakangi oleh kesamaan nasib sepenanggungan yang dialami akibat situasi sosial yang ada. Misalnya, bangsa Indonesia sebelum meraih kemerdekaan, memiliki semangat yang sama untuk merdeka dari segala bentuk penjajahan, sebab penjajahan tersebut sangat membuat bangsa Indonesia terpuruk. Padahal diantara mereka sendiri terdapat banyak perbedaan, misalnya berbeda daerah, berbeda suku, berbedaya budaya, tetapi dipersatukan oleh nasib yang sama sehingga memutuskan untuk bersama-sama menjadi sebuah bangsa pada 28 oktober 1928, setelah sekira tiga abad melawan pe...

Menyiapkan Para Pengganti

Pergibahan Duniawi di Sudut Grup WA Terselubung (Serial Kepemimpinan 7) Pemimpin yang sukses ialah pemimpin yang berhasil melahirkan penerus atau pengganti yang lebih baik. Regenerasi, masih menjadi diskursus yang menarik diperbincangkan oleh para pegiat organisasi. Ibarat air yang mendiami sebuah wadah, jika lama-lama tidak diganti maka akan muncul lumut, jentik nyamuk, dan sumber penyakit. Di sini pergantian menjadi hal yang penting diperhatikan. Namun bukan sekedar ganti, tetapi harus diganti dengan yang lebih baik. Konon, tolak ukur keberhasilan sebuah angkatan, adalah bila angkatan sebelumnya berhasil melahirkan angkatan baru yang lebih baik dari sebelumnya. Dan sebaliknya, kegagalan sebuah angkatan ialah bila tidak berhasil menyiapkan atau melahirkan angkatan baru yang jauh lebih baik. Mungkin ini yang menjadi alasan orang tua yang masih eksis di puncak sehingga enggan pensiun, dengan alibi belum ada orang yang bisa menggantikannya. Melahirkan pemimpin/angkatan baru yang le...