Langsung ke konten utama

Postingan

Terus Senang, Terus Berjuang, Kader UPI Serang

                Senja kelabu menutupi langit kota Serang magrib tadi. Lembab, dingin, bercampur dalam haru yang memenuhi relung qalbu para kader-kader KAMMI pasca dilantiknya menjadi pemandu-pemandu baru yang disiapkan guna membina kader AB1. Ada air mata yang terbendung, dan lagi-lagi sulit keluar dari kelopak mata si ketua plegmatis ini. Pundak-pundak kita kala itu tiba-tiba terasa semakin berat. Berat dengan tanggung jawab yang bertambah. Bertambahnya amanah ini bukan tanpa sadar, justru karena kecintaan kita pada jalan inilah yang membuat kita enggan barang mundur selangkah pun. Ada hasrat yang selalu tak puas. Ada gelora yang semakin membara. Kita sadar bahwa ada denyut nadi kader-kader baru yang mesti tersambung dalam sebuah lingkar cinta nafas dakwah penuh ukhuwah. Moment itu akan kita kenang menjadi moment yang membahagiakan melalui rinai hujan kala kita sedang bercengkrama dengan anak dan cucu kita....

Kopi Dingin DPMK Serang-Cilegon

Malam ini saya sedang membersamai sekira 19 orang peserta DPMK (Dauroh Pemandu Madrasah KAMMI) yang diselenggarakan oleh panitia gabungan dari Pemandu Serang-Cilegon di ruangan kelas yang lumayan dingin, padahal 2 AC di ruangan itu hanya hidup salah satunya. Waktu menunjukkan 23.36 WIB, diantara peserta pun beberapa sudah lelah, karena seharian penuh mereka habiskan waktu untuk berdiskui, mengkaji, berdialektika, berfikir, memahami tentang pemandu, madrasah KAMMI, perangkat-perangkat tarbiyah Ikhwanul Muslimin, Manhaj kaderisasi KAMMI, membina kader dan tetek bengeknya mengenai bagaimana sistem pembinaan di KAMMI.  Dan lain sebagainya. Ada ketertarikan tersendiri bagi saya dalam kegiatan ini. Sejak lama saya memang tertarik untuk mendalami bagaimana sistem kaderisasi KAMMI. Suatu ketika pernah saya kecelekaan dlam sebuah sejarah dan situasi yang memaksa untuk akselerasi. 4 bulan pasca DM1, saya diikutkan untuk DM2. Dan sekira 9 bulan sejak saya bergabung dalam organisasi K...

Kaca Mata Hitam Di Kepala

                  Mulai sekarang saya ingin kembali menulis. Apapun, bagaimanapun. Kenapa? bermula dari beberapa waktu lalu di grup wa, salah satu senior memposting tulisannya yang cukup sederhana dan bijaksana. Tentang pandangannya terhadap dualisme KA (Keluarga Alumni) KAMMI. Dimana dualisme itu hal menjadi sesuatu yang disayangkan. Tapi katanya berpisah adalah keniscayaan dan bersatu adalah pilihan. Tapi bukan itu yang ingin saya ceritakan pada kesempatan ini. Bahwa tulisan senior saya itu mengingatkan pada tulisan-tulisannya di blog wordpressnya. Banyak tulisan kisah perjalanannya semasa kuliah sampai kisah pelabuhan cintanya. Itu membuat saya kembali terdorong untuk menulis lagi.                 Jadi, akhir-akhir ini saya merasakan sebuah turbulensi kehidupan yang amat menggelisahkan. Kalau Samuel P Huntington membahas t...

Mempertanyakan Kembali Komitmen Kader KAMMI

Oleh : Imam Maulana (Sekjend KAMMI Daerah Serang)             Jika berbicara tentang organisasi KAMMI, maka yang terbersit dalam fikiran kita adalah kader-kadernya yang soleh. (masihkan berfikir demikian?) . KAMMI yang memiliki masa tradisional berbasis gerakan tarbiyah ini telah membuat sebuah rancangan manhaj kaderisasi yang cukup baik. Dalam hal pembinaan tidak jarang kader KAMMI pun terbina oleh dua sentuhan sekaligus. Sentuhan gerakan tarbiyah secara umum dan lebih khusus sentuhan gerakan KAMMI itu sendiri secara organisasi. Kalau capaian tarbiyah itu kita mengenal dengan 10 Muwasofat dan mutabaah yaumiah, di KAMMI pun ada yang sejenisnya, yaitu lebih khusus lagi yakni, IJDK (Indeks Jati Diri Kader).             Dua sentuhan inilah yang kemudian membentuk kepribadian kader KAMMI. Tapi saya tidak akan membahas dualisme sentuhan itu di dalam tulisan ini. Tentu da...

Ringkasan Buku Komitmen Muslim Sejati (Ust. Fathi Yakan) Bagian Pertama

BAB PERTAMA APA ARTINYA SAYA MENGAKU MUSLIM? Bagian pertama buku ini memaparkan karakteristik terpenting yang harus ada pada diri seseorang agar ia menjadi muslim sejati. Berikut akan di bahas secara ringkas karakteristik paling menonjol yang harus ada pada diri seorang muslim agar pengakuannya sebagai penganut agama ini merupakan pengakuan yang benar dan jujur.  Dalil: Qs. Al-Hajj:78 Karakteristik yang harus dimiliki agar menjadi seorang muslim sejati adalah sebagai berikut: Pertama : SAYA HARUS MENGISLAMKAN AKIDAH SAYA          Syarat pertama pengakuan sebagai muslim dan sebagai pemeluk agama ini adalah hendaklah akidah seorang muslim adalah akidah yang benar dan sahih, selaras dengan apa yang terdapat dalam Al-Quran dan sunah Rasulullah Saw. Konsekuensi dari mengislamkan akidah saya: 1.            Saya harus meyakini bahwa pencipta alam ini adalah Allah Yang Hakim (Mahabija...