Oleh : Imam Maulana (Sabtu, 29 Agustus 2015, 07:30) “... Nggak geh tolol lo mah...” “... iyanya monyet emang geh...” Itulah percakapan anak-anak SMP yang sempat saya rekam di warung daerah sekitar Ciceri Permai, Kota Serang ketika sedang beli gorengan untuk sarapan pagi tadi. Sempat kaget mendengar bahasa yang dipakai oleh mereka. Nampaknya bahasa itu sudah melekat dan mendarah daging di lidah para oknum generasi muda itu. Saya mendengar bahasa itu bukan hanya sekali dua kali, tapi sering dan dengan orang-orang yang berbeda tapi masih seusia mereka. Miris dan menyakitkan, speachles dan ah sudahlah.. Tidak semestinya kata-kata itu menjadi kosa kata yang dipakai untuk percakapan sehari-hari. Jati diri bangsa Indonesia adalah masyarakat yang beradab. Dan masyarakat yang beradab ialah masyarakat...