Langsung ke konten utama

Postingan

Upaya Menemukan Kegelisahan

Suatu hari saya ditanya tentang bagaimana agar kita mau membaca dan menulis. Pertanyaan sederhana yang jawabannya pasti beragam. Kita memang tidak bisa tetiba membaca buku, atau bahkan menulis sesuatu. Kita harus memiliki alasan yang kuat untuk membaca dan menulis. Alasan itulah nanti yang akan menjadi energi untuk menggerakkan kita untuk melakukan itu semua. Hal sederhana, yaitu menemukan alasan mengapa kita harus melakukan itu. Sama seperti saat kita makan, karena lapar, atau karena agar memiliki tenaga, atau bahkan karena suka aja. Alasan-alasan itulah yang mendorong kita untuk makan. Begitu juga dengan membaca dan menulis. Mengapa berat untuk melakukannya? Jawabannya adalah karena kita tidak memiliki alasan yang kuat untuk melakukan hal tersebut. Bagaimana agar kita menemukan alasan yang kuat untuk membaca dan menulis? Mungkin kita harus temukan masalah yang membuat kita gelisah untuk menyelesaikannya. Kegelisahan, kata Senior kita, adalah alfabet pertama menuju perubahan...

Bagaimana Dunia Bekerja Hari Ini

Bagaimana Dunia Bekerja Hari Ini °°° (Terinspirasi Dari Webinar Socialedu #1) How the world works today, menjadi sebuah tema yang kami angkat untuk mengawali obrolan kita di awal tahun 2022 melalui webinar yang diselenggarakan oleh Socialedu Center. Kita sadari bahwa cara dunia bekerja telah banyak berubah, khususnya sejak akhir abad ke-17 dimana tengah terjadi revolusi Industri pertama yang kemudian disebut dengan Revolusi Industri 1.0. Fikiran kita mungkin terlalu jauh kalau harus membayangkan bahwa mesin uap adalah teknologi tunggal yang sangat canggih di zamannya. Namun yang kita mungkin dapat bayangkan adalah bahwa internet di zaman kita kecil (awal 90-an) adalah sesuatu yang belum pernah sampai dalam hidup kita, bahkan listrik pun benar-benar belum menerangi sebagian rumah masyarakat kita. Tapi sekarang, internet apalagi listrik adalah hal yang tidak dapat lepas dari kehidupan masyarakat kita. Perubahan juga terjadi pada gaya hidup. Betapa tidak pernah kita bayangkan ...

Mati Besar VS Mati Kerdil

                       Orang yang hidup untuk dirinya sendiri, kata Sayyid Quthub akan hidup sebagai orang kerdil dan mati sebagai orang kerdil. Tapi orang yang hidup untuk orang lain, akan hidup sebagai orang besar dan mati sebagai orang besar. Tamparan quotes ini cukup telak kita rasakan apabila kita mendapati bahwa benar diri kita selama ini memang terlalu memikirkan hidup kita sendiri. Kita seringkali terlalu gelisah kalau besok nggak bisa makan, kita terlalu takut kalau uang persediaan hidup untuk beberapa pekan ke depan mulai menipis, atau bahkan kita juga terlalu mengkhawatirkan tentang sukses atau nggaknya diri kita di masa depan. See,.. ternyata segala usaha yang kita lakukan selama hidup ini adalah untuk diri kita sendiri.             Tentang kesulitan yang dialami oleh orang lain, masalah-masalah yang tengah menjerat umat, lingkungan yang sedang ngg...

Dapet Igab Dari Bang Haba

Dapet igab dari pimpinan DPRD Kota Serang, bg Hasan Basri . Kue ulang tahun beliau yang ke - 48 tahun. Barakallah Fi umrik abangda. Semoga dikuatkan untuk terus melayani rakyat Kota Serang.  Saya kenal beliau sejak kuliah di tahun pertama tahun 2011. Beliau adalah guru pergerakan lintas generasi. Banyak inspirasi dan motivasi, juga provokasi untuk bergerak beramal menjadi insan yang bermanfaat untuk banyak orang.  Sosok yang saya anggap mampu mengamalkan tradisi kenegarawanan tokoh-tokoh bangsa masa lalu, yaitu tentang pengorbanan, mengedepankan urusan umat sebelum urusan pribadi.  Semoga sukses dan berkah. Sebagai juniornya, tentu saja kita berharap beliau jadi pemimpin daerah di masa depan. (21 Juni 2021)

Menghina Orang

  *** Hukum dasar dari menghina atau mencela orang lain ialah haram. Sebab hal tersebut dilarang oleh Allah dalam QS. Al-Hujurat ayat 11.  Tapi mengapa secara khusus hanya Presiden yang dilarang dihina melalui pasal penghinaan kepala negara? Mengapa tidak ada pasal serupa untuk ulama, kiyai, atau tokoh agama, apabila memang melihat dari status jabatan penting dalam sebuah negara? Bukankah para tokoh agama juga bagian dari sosok terhormat yang berjasa menjaga NKRI, sehingga perlu dijaga nama baiknya, sama seperti kepala negara.  Kalau kita mau jujur, maka kita akan dapati bukan hanya kepala negara yang kerap dijadikan bahan lelucon akibat ketidaksukaan sebagian pihak. Namun, sebagian para tokoh agama kita yang berperan sebagai penguat NKRI, juga kerap mendapat perlakuan yang sama. Bahkan lebih jauh dari itu, siapapun pada dasarnya tidak berhak dihina. Apakah itu kepala negara, tokoh agama, atau rakyat jelata sekalipun. Tapi pertanyaannya, bagaimana kalau kita lagi emosi de...

Gaskeun Kampoeng Hayam!

Malam tadi saya berkunjung ke tempat barunya om Ihyauddin Rosyadi Elbantany di daerah Cikulur sebelum MAN 1 Kota Serang. Kali ini beliau nggak hanya melanjutkan bisnis resto ayam yang sebelumnya berlokasi di depan brimob Kota Serang, tapi juga membuat tempat ngopi, bahkan mendirikan lembaga pendidikan tahfidz al-quran.   Sedikit banyak saya menyaksikan perjalanan beliau dalam membangun bisnis. Dari mulai percetakan, buka resto Mie Edan di Giant, resto Ayamayaman di depan brimob, sampai yang sekarang Kampoeng Hayam di Cikulur, Kota Serang.   Selain perjalanan bisnis, saya juga sebelumnya sempat mengikuti perjalanannya sebagai aktivis mahasiswa di ujung masa pensiunnya, saat menjabat sebagai Ketua Umum KAMMI Daerah Banten. Saya ingat betul waktu itu jadi anak bawang nemenin beliau dalam konsolidasi lintas gerakan mahasiswa dalam Aksi HUT Banten tahun 2011 di sekretariat KAMMI Banten di daerah Penancangan, Kota Serang.  Beliau bercerita tentang pandemi yang sangat ...

Mendorong Pemerintah Kota Serang Membangun Coworking Space

  Co Working Space di Surabaya *** Coworking Space yang mulai menjamur sekira lima tahun yang lalu di beberapa Kota Besar yang ada di Indonesia dianggap turut mendukung para pegiat ekonomi kreatif untuk mengembangkan ide dan kreatifitasnya.  Hadirnya Coworking Space tentu didasari oleh kebutuhan masyarakat di daerah tertentu. Seperti masyarakat yang tinggal di perkotaan. Gedung perkantoran yang telah padat, sistem bisnis yang telah berubah, menjadi alasan pentingnya ruangan kerja yang fleksibel yang dapat digunakan oleh pelaku ekonomi kreatif.  Pertanyaanya, apakah masyarakat Kota Serang membutuhkan Coworking Space?  Meskipun hiruk pikuk aktivitas bisnis atau industri kreatif di Kota Serang tidak sepadat di kota besar, tapi jangan salah, ada banyak pegiat kreatif di Kota Serang. Hanya belum terekspos saja. Malah ke depan akan jauh lebih banyak apabila fasilitas ke arah sana dapat dukungan dari pemerintah.  Kehadiran Coworking Space di Kota Serang saya kira penti...