Langsung ke konten utama

Postingan

Gelombang Hijrah

*** Gimana? Kayanya udah stalking-stalking tentang #hijrahfest nih.. Bisa ngerasain atmosfirnya? Kalau nggak, ya nggak apa-apa, santai jalah.. Fenomena pemuda hijrah lagi-lagi masih mencuri perhatian saya. Bukan hanya karena kegiatan #hijrahfest yang baru digelar pekan-pekan kemarin, bahkan dari beberapa tahun lalu saya sudah sering stalking IG nya Ust Hanan Attaki sebagai icon ustad pemuda hijrah yang digandrungi anak-anak muda dari yang _ammah_ sampai yang _kader dakwah_ . Gelombang hijrah anak-anak muda ini tampak tak terbendung. Bahkan satu persatu dari kalangan artis dan publik figur mulai terseret gelombang hijrah ini. Pakaian mereka mulai berubah lebih tertutup, yang laki-laki mulai senang memelihara jenggot, sesekali mereka terlihat agak ngatung juga celananya, kebetulan lagi trend celana di atas mata kaki kan.. Coba juga perhatiin deh jumlah jamaah yang hadir kalau UHA ngisi ta'lim. Bejibun bin rame. MasyaAllah.. Saya kira itu merupakan isyarat kebangkitan ...

Anak-Anak Hijrah Zaman Old & Now

*** Ngerasa nggak sih, trend pemuda hijrah ini bukan trend yang baru. Di akhir tahun 80an, dan terus memuncak pada tahun 90an, trend ini juga sempat begitu familiar di kalangan anak-anak muda Indonesia. Bedanya, dulu trend hijrah ini ruang lingkupnya sangat terbatas. Hanya dirasakan oleh sebagian anak-anak kampus yang kerap aktif di masjid kampus. Anak-anak masjid ini katanya sedang bersemi di berbagai kampus, utamanya di kampus-kampus besar di Indonesia. Anak-anak kampus ini bergumul di masjid kampus konon salah satu faktornya merupakan hasil dari dibatasinya ruang gerak berkespresi oleh rezim orde baru pada waktu itu. Sehingga mereka memilih masjid kampus sebagai pusat aktivitas mereka, karena relatif lebih aman, meskipun _Intel_ tetap mengintai. Yang mereka (anak-anak hijrah zaman old) lakukan, mirip-mirip dengan anak-anak hijrah hari ini (zaman now). Mereka aktif mengikuti kajian keislaman yang begitu agresif merangsang jamaahnya untuk bersemangat dalam ibadah. Melaksa...

Pemuda Hari Ini

**** Hari-hari kemarin, di suatu tempat, berkumpullah anak-anak muda, laki-laki maupun perempuan. Mungkin berjumlah ratusan. Ada apakah gerangan mereka berkumpul? Apakah ingin mendeklarasikan sumpah pemuda seperti pemuda 90 tahun yang lalu? Atau ingin menumbangkan rezim penguasa seperti di tahun 98? Atau bahkan mungkin mereka hendak merencanakan agenda reuni 212? Tapi rupanya bukan. Mereka berduyun-duyun datang dari berbagai daerah, untuk menghadiri pertemuan yang berisi kajian keislaman dengan segala pernak-perniknya. Ya, mereka menghadiri sebuah kegiatan bernama #HijrahFest. Tahu ya? Yang sering berselancar di Instagram kemungkinan besar tahu. Kegiatan #hijrahfest ini dimeriahkan oleh berbagai ustad-ustad yang sedang familiar di kalangan pemuda hari ini, beberapa artis Indonesia yang kini tampak Islami, dan tokoh-tokoh muda yang berpengaruh terhadap spirit keislaman anak-anak muda lainnya. Untuk merasakan atmosfernya, saya rekomendasikan untuk lihat langsung video-v...

Terus Senang, Terus Berjuang, Kader UPI Serang

                Senja kelabu menutupi langit kota Serang magrib tadi. Lembab, dingin, bercampur dalam haru yang memenuhi relung qalbu para kader-kader KAMMI pasca dilantiknya menjadi pemandu-pemandu baru yang disiapkan guna membina kader AB1. Ada air mata yang terbendung, dan lagi-lagi sulit keluar dari kelopak mata si ketua plegmatis ini. Pundak-pundak kita kala itu tiba-tiba terasa semakin berat. Berat dengan tanggung jawab yang bertambah. Bertambahnya amanah ini bukan tanpa sadar, justru karena kecintaan kita pada jalan inilah yang membuat kita enggan barang mundur selangkah pun. Ada hasrat yang selalu tak puas. Ada gelora yang semakin membara. Kita sadar bahwa ada denyut nadi kader-kader baru yang mesti tersambung dalam sebuah lingkar cinta nafas dakwah penuh ukhuwah. Moment itu akan kita kenang menjadi moment yang membahagiakan melalui rinai hujan kala kita sedang bercengkrama dengan anak dan cucu kita....

Kopi Dingin DPMK Serang-Cilegon

Malam ini saya sedang membersamai sekira 19 orang peserta DPMK (Dauroh Pemandu Madrasah KAMMI) yang diselenggarakan oleh panitia gabungan dari Pemandu Serang-Cilegon di ruangan kelas yang lumayan dingin, padahal 2 AC di ruangan itu hanya hidup salah satunya. Waktu menunjukkan 23.36 WIB, diantara peserta pun beberapa sudah lelah, karena seharian penuh mereka habiskan waktu untuk berdiskui, mengkaji, berdialektika, berfikir, memahami tentang pemandu, madrasah KAMMI, perangkat-perangkat tarbiyah Ikhwanul Muslimin, Manhaj kaderisasi KAMMI, membina kader dan tetek bengeknya mengenai bagaimana sistem pembinaan di KAMMI.  Dan lain sebagainya. Ada ketertarikan tersendiri bagi saya dalam kegiatan ini. Sejak lama saya memang tertarik untuk mendalami bagaimana sistem kaderisasi KAMMI. Suatu ketika pernah saya kecelekaan dlam sebuah sejarah dan situasi yang memaksa untuk akselerasi. 4 bulan pasca DM1, saya diikutkan untuk DM2. Dan sekira 9 bulan sejak saya bergabung dalam organisasi K...

Kaca Mata Hitam Di Kepala

                  Mulai sekarang saya ingin kembali menulis. Apapun, bagaimanapun. Kenapa? bermula dari beberapa waktu lalu di grup wa, salah satu senior memposting tulisannya yang cukup sederhana dan bijaksana. Tentang pandangannya terhadap dualisme KA (Keluarga Alumni) KAMMI. Dimana dualisme itu hal menjadi sesuatu yang disayangkan. Tapi katanya berpisah adalah keniscayaan dan bersatu adalah pilihan. Tapi bukan itu yang ingin saya ceritakan pada kesempatan ini. Bahwa tulisan senior saya itu mengingatkan pada tulisan-tulisannya di blog wordpressnya. Banyak tulisan kisah perjalanannya semasa kuliah sampai kisah pelabuhan cintanya. Itu membuat saya kembali terdorong untuk menulis lagi.                 Jadi, akhir-akhir ini saya merasakan sebuah turbulensi kehidupan yang amat menggelisahkan. Kalau Samuel P Huntington membahas t...

Mempertanyakan Kembali Komitmen Kader KAMMI

Oleh : Imam Maulana (Sekjend KAMMI Daerah Serang)             Jika berbicara tentang organisasi KAMMI, maka yang terbersit dalam fikiran kita adalah kader-kadernya yang soleh. (masihkan berfikir demikian?) . KAMMI yang memiliki masa tradisional berbasis gerakan tarbiyah ini telah membuat sebuah rancangan manhaj kaderisasi yang cukup baik. Dalam hal pembinaan tidak jarang kader KAMMI pun terbina oleh dua sentuhan sekaligus. Sentuhan gerakan tarbiyah secara umum dan lebih khusus sentuhan gerakan KAMMI itu sendiri secara organisasi. Kalau capaian tarbiyah itu kita mengenal dengan 10 Muwasofat dan mutabaah yaumiah, di KAMMI pun ada yang sejenisnya, yaitu lebih khusus lagi yakni, IJDK (Indeks Jati Diri Kader).             Dua sentuhan inilah yang kemudian membentuk kepribadian kader KAMMI. Tapi saya tidak akan membahas dualisme sentuhan itu di dalam tulisan ini. Tentu da...