Langsung ke konten utama

Postingan

Algoritma Pikiran Kita

  oleh Imam Maulana untuk kader dakwah Bila kita hendak mengenal diri kita, mungkin kita dapat melakukan riset kecil-kecilan dengan membuka beranda atau halaman pencarian media sosial di akun utama kita. Di sana akan muncul berbagai konten FYP tersaji. Mohon diingat, akun utama ya, bukan seccond account yang 0 postingan dan biasa digunakan saat jadi buzzer atau digunakan sekedar buat stalking akun tertentu.   Kita tahu bahwa apa yang FYP dalam algoritma media sosial kita, adalah cerminan dari diri kita. Algoritma media sosial tersebut memantulkan minat, kebiasaan dan emosi berdasarkan jejak digital. Semakin sering kita melihat suatu konten, semakin banyak konten serupa yang tersaji, dan lebih ekstrimnya, lama-kelamaan, algoritma tersebut akan membentuk realitas dalam pikiran kita. Isi pikiran kita, mungkin juga persis seperti sebuah algoritma. Apa yang kita baca, tayangan yang kita tonton, dan segala hal yang dikonsumsi oleh pikiran kita, akan membentuk algoritma tersendiri. ...

Mereka Yang Diperingati Satu Mei

  Oleh: Imam Maulana, S.Sos (Direktur Socialedu Center)   Di tengah genosida yang masih terjadi di Gaza oleh Israel, hari ini 1 Mei kita diajak untuk mengingat tentang sekelompok manusia yang terus berjuang dan melakukan perlawanan pada ketidakadilan. Cerita perjuangan dan perlawanan ini barangkali adalah memang agenda yang tidak terpisahkan dari kisah perjalanan umat manusia dalam melawan segala bentuk kedzaliman. Ada yang berjuang untuk mempertahankan tanah airnya seperti yang masih dilakukan oleh bangsa Palestina hingga hari ini, ada juga yang berjuang untuk memperoleh hak-haknya seperti kaum pejuang yang kita peringati hari ini. Kaum yang kita peringati hari ini memiliki peran penting pada hajat hidup orang banyak. Mereka adalah orang-orang yang membangun jalan yang kita lalui, mereka juga mengolah makanan enak yang kita makan, menjahit pakaian yang kita pakai, bahkan mereka juga adalah orang-orang yang membuat sepatu yang kita gunakan . Mereka adalah manusia-manusia dibal...

Ngebooster Semangat Mencari Ilmu

oleh: Imam Maulana Agenda ngopi kali ini kita coba jadwalkan malam hari, yang sebelumnya biasanya diagendakan di sore hari. Alhamdulillah semakin bertambah yang hadir. Ngopi ini hakikatnya memang bukan sekedar minum kopi bersama, tetapi melakukan refleksi sebagai seorang manusia dalam memandang suatu kehidupan.     Pertemuan kali ini tema perkopiannya adalah tentang bagaimana kita memaknai sebuah ilmu. Tema ini tentunya cukup familiar, terlebih pada circle mahasiswa, sebab mereka adalah orang-orang yang setiap hari berkutat pada sebuah keilmuan pada program studinya masing-masing di kampus.   Ilmu, bagi umat Islam adalah sesuatu yang amat penting. Bahkan ayat pertama yang turun ialah tentang proses mendapatkan ilmu, yaitu “Bacalah…”. Ayat pertama yang turun ini menjadi sinyal kepada kita bahwa belajar, menelaah, mengkaji, menganalisis, dan seluruh proses berfikir adalah sesuatu yang melekat pada umat Islam. Berfikir adalah karakter umat Islam, kira-kira begitu seharusnya ...

Ngopi Bareng Anak Komsat 2025

_Begini Kira-Kira Obrolannya :_  Islam yang kita fahami bukan hanya sekedar ibadah ritual, tetapi mendorong pemeluknya untuk terlibat aktif dalam agenda panjang perbaikan peradaban.  Sebab, sebetulnya kita juga adalah pelaku sejarah yang terhubung dengan sejarah perjalanan panjang umat manusia dari masa ke masa.  Atas persoalan yang terjadi, islam menghendaki kita untuk tidak diam, islam tidak menghendaki kita hanya menjadi penonton setia disaat terjadi masalah di berbagai sisi.  Selanjutnya, organisasi seperti KAMMI dapat dijadikan kendaraan perjuangan untuk mengakselerasi misi islam dalam agenda perbaikan.  Dalam karakter gerakannya, KAMMI menempatkan amal menjadi sebuah karakter gerakan. Amal menjadi wujud atas shalat shalat yang kita lakukan, amal menjadi wujud atas alquran yang kita baca... Konsekuensi hubungan kita dengan Allah, kemudian mendorong kita untuk senantiasa bermanfaat untuk manusia lainnya.  Dan keaktifan kita dalam organisasi, misalnya se...

8 Tahun Menikah dan Pentingnya Kehangatan Keluarga

26 Maret 2025 merupakan hari jadi pernikahan kami yang ke 8 tahun. Usia yang terasa begitu panjang meski seperti baru kemarin kami menjalani akad nikah. 8 tahun yang berlalu tentu ada banyak dinamika yang telah kami lalui. Baik dinamika yang kami alami berdua maupun dinamika yang kami saksikan pada lingkungan sekitar. Atas dinamika yang terjadi, ada satu hal yang kami potret sebagai sesuatu yang kami anggap penting, yaitu adalah sebuah kehangatan dalam berkeluarga. Sebab kami merasa, kehangatan keluarga ini memberikan pengaruh pada kualitas personal setiap anggota keluarga. Semakin hangat hubungan sebuah keluarga, maka akan semakin baik psikis dari setiap anggota keluarga, dan semakin baik psikis seseorang maka ia akan tumbuh jadi seseorang yang memiliki positif vibes, produktif berkarya, serta mampu membagi cinta pada banyak pihak sebab tangki cintanya terisi dengan baik. Begitupun sebaliknya, keringnya hubungan sebuah keluarga akan memberikan dampak negatif pada setiap anggota kelu...

Idul Fitri Merayakan Hari Pembebasan Diri

Oleh: Imam Maulana Direktur Socialedu Center   Telah sampailah kita pada hari pembebasan, setelah sebulan penuh kita berjibaku menjalani serangkaian pelatihan. Pelatihan tersebut, bukan hanya melatih untuk menahan lapar dan haus, tetapi lebih daripada itu ialah melatih diri menjadi pribadi yang lebih baik.   Bebas dari penghambaan kepada selain Allah. Tak dapat dipungkiri, bahwa dunia kerap membelenggu kita, bahkan tak jarang kita diperbudak olehnya. Mengejar materi hingga lupa diri, menjilat untuk meraih posisi, menggadaikan idealisme pada kekuatan-kekuatan jahat yang merugikan umat, atau bahkan sekedar scrolling hp hingga lupa waktu juga merupakan termasuk dalam menghamba pada selain-Nya.   Namun Ramadhan hadir menyembuhkan hati dan pikiran kita. Bahwa hanya kepada Allah saja sejatinya penghambaan ini kita lakukan. Dan kepada Allah saja kita pautkan hati ini. Sebab menghamba pada selain-Nya adalah sesuatu yang palsu dan tak abadi. Namun menghamba kepada Allah akan merai...

Nur Agis Aulia, Bakal Calon Walikota

Nur Agis Aulia  Untuk Kota Serang Pilkada Kota Serang ini cukup menarik. Bakal calon Walikota yang muncul memiliki peluang yang sama untuk jadi. Tidak ada kekuatan yang lebih dominan.  Permasalahan ibukota provinsi Banten ini juga selalu menjadi obrolan yang tidak kalah menarik. Baik dari polemik kelayakan Kota Serang sebagai sebuah daerah ibukota provinsi, bahkan sampai status hukum Kota Serang sebagai ibukota provinsi Banten yang masih rancu.  Layaknya daerah ibukota provinsi, idealnya menjadi etalase yang menawan. Kemampuan keuangan daerah yang disebut kecil mestinya tidak melulu jadi akar masalah pembangunan.  Era disrupsi seperti sekarang ini mestinya jadi momentum untuk menemukan solusi atas segala permasalahan daerah dengan cara yang atraktif, tidak konvensional, dan gaya berfikir dari seorang pemimpin yang compatible dengan zaman.  Jujur aja, saya melihat sosok kang Nur Agis Aulia ini bukan hanya muda, tapi cukup memahami bagaimana dunia bekerja hari ini...

Tentang Rumah

oleh : Imam Maulana Betapa banyak anak yang tumbuh dewasa tanpa rumah. Rumah ini bukan sekedar rumah sebagai tempat tiggal yang dapat lindungi kita kala panas dan hujan. Lebih daripada itu, rumah ini adalah rumah tempat membasuh luka, rumah tempat menceritakan kegembiraan tanpa rasa sungkan, rumah tempat memupuk percaya diri yang berantakan akibat diterjang badai.   Ya. Rumah ini bukan rumah dalam bentuk fisik. Rumah ini adalah rumah yang mendekap kita dengan penuh kasih sayang. Menenangkan ketika sedih, membangkitkan semangat saat belum juga menemukan jalan keluar, setia mendengarkan keluh kesah atau bahkan cerita romansa kehidupan anak-anak yang fitrah cintanya mulai tumbuh.   Anak-anak yang tumbuh tanpa rumah kesulitan membagi kisah. Tak miliki bekal percaya diri yang baik sebab tak pernah ada yang memeluknya. Kepedihan itu tak dirasa sampai akhirnya dewasa dan kita menyadari itu semua.   Meskipun tampak tidak adil dan sulit, bagaimanapun juga kita harus belajar menjad...

Film Moving : Dari Agen Supernatural Hingga Pejuang HAMAS Palestine!

Moving, serial drama korea yang menceritakan tentang mantan agen Korea Selatan yang memiliki kekuatan super. Kekuatan super tersebut sebelumnya dimanfaatkan oleh negara untuk melakukan operasi militer. Kekuatan tersebut beragam, ada yang memiliki kekuatan untuk meregenerasi luka pada tubuh, kemampuan terbang, kepekaan panca indera, hingga kekuatan manusia listrik.  Namun setelah mereka berhenti menjadi agen, kehidupannya berubah menjadi warga sipil biasa. Gak hanya itu, mereka cenderung menjauh dari pusat kota dan tinggal di daerah terpencil. Hal itu mereka lakukan untuk menyembunyikan identitas mereka, lebih khusus lagi untuk menyembunyikan anak-anak mereka yang juga memiliki kekuatan super. Sebab jika anak-anak mereka diketahui memiliki kemampuan yang sama seperti orang tuanya, maka mereka akan jadi sasaran oleh BIN (Badan Intelejen Nasional) Korea Selatan untuk direkrut menjadi agen korea yang harus siap bertaruh nyawa membela negara.  Anak-anak keturunan manusia super ...

Respon & Ujian Keimanan

Setiap kali Allah pertemukan kita pada sebuah kondisi, hakikatnya Allah sedang menguji tentang bagaimana respon kita terhadap hal tersebut.  Misalnya saat kita sedang di perjalanan, kemudian dipertemukan dengan seseorang yang menuntun motor di pinggir jalan, Allah hendak menguji, apakah kita akan menolong orang tersebut atau tidak? bahkan minimal, apakah kita akan bertanya tentang mengapa motornya dituntun? Atau pernahkah kita berfikir, mengapa di jalan itu sangat sepi sehingga hanya ada kita dan orang tersebut, seolah-olah Allah merencanakan situasi itu hanya untuk kita?  Ujian-ujian sederhana itu, sangat cukup mencerminkan sejauhmana kualitas keimanan kita sebagai seorang muslim bukan? Respon kita pada suatu masalah, adalah gambaran diri kita yang sebenarnya. Dan, tindakan kita, akan menegaskan posisi dimana kita berada.  Mengapa saat kita hidup, Allah hadirkan situasi yang terjadi di Palestine, kalau bukan untuk menguji sejauhmana respon kita terhadapnya? Bukan han...

Upaya Menemukan Kegelisahan

Suatu hari saya ditanya tentang bagaimana agar kita mau membaca dan menulis. Pertanyaan sederhana yang jawabannya pasti beragam. Kita memang tidak bisa tetiba membaca buku, atau bahkan menulis sesuatu. Kita harus memiliki alasan yang kuat untuk membaca dan menulis. Alasan itulah nanti yang akan menjadi energi untuk menggerakkan kita untuk melakukan itu semua. Hal sederhana, yaitu menemukan alasan mengapa kita harus melakukan itu. Sama seperti saat kita makan, karena lapar, atau karena agar memiliki tenaga, atau bahkan karena suka aja. Alasan-alasan itulah yang mendorong kita untuk makan. Begitu juga dengan membaca dan menulis. Mengapa berat untuk melakukannya? Jawabannya adalah karena kita tidak memiliki alasan yang kuat untuk melakukan hal tersebut. Bagaimana agar kita menemukan alasan yang kuat untuk membaca dan menulis? Mungkin kita harus temukan masalah yang membuat kita gelisah untuk menyelesaikannya. Kegelisahan, kata Senior kita, adalah alfabet pertama menuju perubahan...