Langsung ke konten utama

Metamorfosa Kader Dakwah

oleh : Imammers
12 Maret 2013

terkadang kita lelah di jalan ini.
lantaran ketidak sesuaian dengan yg diharapkan saat kita dikader pertama kali bukan?
atau bhkan kita terlalu terkungkung dgn peraturan yg ada?,
yg tak membolehkan kita untuk ini dan itu?
iya kenapa memangnya kalo disini gak boleh pacaran? ini bukti kasih sayang kita kepada antum. kita gak mau antum terjerumus ke lembah kemasiatan yg semakin dalam, dan menutup aliran hidayah yang sedang mengalir dalam hidupmu.
iya memang kenapa ? antum gak senenng kalo dilarang merokok? sebaiknya antum jangan merokok akhi,
agar tubuh kita sehat dan kuat akhi, Insa Allah, Allah lebih menyukai muslim yang kuat.
bisa jadi kita lelah
karena ketidak ikhlasan kita berjuang di jalan dakwah ini. 
wahai ikhwah, bukankah kalian sudah khatam tentang bab tujuan ini?
Kecewa dgn senior? , kenapa? karena senior tidak lagi memperhatikanmu? karena senior tdk lg mengajakmu? atau karena senior tdk lagi sesuai dgn arah manhaj kita?
kecewa dgn keputusan syuro?, kenapa? bukankah saat syuro antum tidak aada?
udah gak Tsiqoh antum bilang??? hey, antum dikader di jamaah dakwah yang menuntut ketsiqohan jundi jundi kepada qiyadah atau hasil syuro...
Insa Allah keputusan qiyadah yg terbaik, kita hnya bisa megngusulkan.
bermacam alasan pun yg dibuat buat antum tlah menggunung sehingga sulit antum untuk terbuka mata hatinya.
Tujuan kita berdakwah hanya untuk dan kepada Allah, maka kita tak berpengaruh ketika  senior dan teman teman yg lain sudah banyak yang berguguran.
Perjalanan ini sungguh masih jauh ikhwafillah, 
Nikmatilah setiap kesakitan yang ada
nikmatilah setiap kekecewaan yang ada
nikmatilah masa masa burukmu menjadi kader
nikmatilah ke futuran itu
tapi satu hal, jangan coba lari dan menjauh,
satu langkah antum menjauh, maka sudah pasti menjadi incaran srigala srigaala buas
yang akan menerkam hatimu. karena hatimu tak lagi kuat jika sndirian. 
Boleh jadi satu langkah lagi, kita kan mendapatkan apa yg kita inginkan
boleh jadi setelah kefuturan yang terakumulasi, akan terlihat sinar girohmu di jalan dakwah ini
boleh jd rasa kecewa ini adalah unsur pembentukan jati diri lebih dewasa ketika kita dapat melewatinya dgn baik
setiap perasaan dan keadaan yang ada pada dirimu saat ini merupakan 
kepompong yang sedang bermetamorfosis untuk menjadi kupu kupu yang indah.
ikhwafillah, ana cinta antum karena Allah. ana cinta dgn ukhuwah ini, mari kita selalu bersama dalam jalan dakwah ini. saling menasihati dalam kbenaran. saling tolong menolong semampunya. 
kekuatan kita terletak dalam bingkai ukhuwah yang erat, maka buatlah hatimu menyatu dgn hati hati suadara kita yg lain, yang sama sama berjuang di jalan ini.
satu lagi, jangan antum sekali kali menganggap halaqoh itu spele dan tidak bermanfaat. 
justru dari lingkaran tersebut kan terlahir dan muncul ikatan yang luar biasa, semagat yang super dan rencana rencana yang amazing, pemahaman yang menghujam sehingga Insa Allah kita tetap kuat .
dan pahitnya adalah jika memang antum benar benar telah mengnggap jalan ini sudah bukan jalanmu, lalu keluar karena kekecewaan, maka apa yg terjadi??? 
hindarilah antum menjadi komentator dakwah, yang mengomentari setiap maksud baik yg kita lakukan. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ringkasan Buku Komitmen Muslim Sejati (Ust. Fathi Yakan) Bagian Pertama

BAB PERTAMA APA ARTINYA SAYA MENGAKU MUSLIM? Bagian pertama buku ini memaparkan karakteristik terpenting yang harus ada pada diri seseorang agar ia menjadi muslim sejati. Berikut akan di bahas secara ringkas karakteristik paling menonjol yang harus ada pada diri seorang muslim agar pengakuannya sebagai penganut agama ini merupakan pengakuan yang benar dan jujur.  Dalil: Qs. Al-Hajj:78 Karakteristik yang harus dimiliki agar menjadi seorang muslim sejati adalah sebagai berikut: Pertama : SAYA HARUS MENGISLAMKAN AKIDAH SAYA          Syarat pertama pengakuan sebagai muslim dan sebagai pemeluk agama ini adalah hendaklah akidah seorang muslim adalah akidah yang benar dan sahih, selaras dengan apa yang terdapat dalam Al-Quran dan sunah Rasulullah Saw. Konsekuensi dari mengislamkan akidah saya: 1.            Saya harus meyakini bahwa pencipta alam ini adalah Allah Yang Hakim (Mahabija...

Menyoal Fanatisme Organisasi

Sebagai mahluk sosial, seseorang tidak bisa lepas dari orang lain dalam menjalani kehidupan. Hampir setiap hari, kita melakukan interaksi sosial, baik secara langsung maupun tidak langsung. Mungkin inilah yang mendasari lahirnya sebuah perkumpulan sosial, dimana ada sekelompok masyarakat yang memiliki tujuan yang sama dan bersepakat untuk bersama-sama meraih tujuan tersebut. Lahirnya perkumpulan sosial ini biasanya di latar belakangi oleh kesamaan nasib sepenanggungan yang dialami akibat situasi sosial yang ada. Misalnya, bangsa Indonesia sebelum meraih kemerdekaan, memiliki semangat yang sama untuk merdeka dari segala bentuk penjajahan, sebab penjajahan tersebut sangat membuat bangsa Indonesia terpuruk. Padahal diantara mereka sendiri terdapat banyak perbedaan, misalnya berbeda daerah, berbeda suku, berbedaya budaya, tetapi dipersatukan oleh nasib yang sama sehingga memutuskan untuk bersama-sama menjadi sebuah bangsa pada 28 oktober 1928, setelah sekira tiga abad melawan pe...

Menyiapkan Para Pengganti

Pergibahan Duniawi di Sudut Grup WA Terselubung (Serial Kepemimpinan 7) Pemimpin yang sukses ialah pemimpin yang berhasil melahirkan penerus atau pengganti yang lebih baik. Regenerasi, masih menjadi diskursus yang menarik diperbincangkan oleh para pegiat organisasi. Ibarat air yang mendiami sebuah wadah, jika lama-lama tidak diganti maka akan muncul lumut, jentik nyamuk, dan sumber penyakit. Di sini pergantian menjadi hal yang penting diperhatikan. Namun bukan sekedar ganti, tetapi harus diganti dengan yang lebih baik. Konon, tolak ukur keberhasilan sebuah angkatan, adalah bila angkatan sebelumnya berhasil melahirkan angkatan baru yang lebih baik dari sebelumnya. Dan sebaliknya, kegagalan sebuah angkatan ialah bila tidak berhasil menyiapkan atau melahirkan angkatan baru yang jauh lebih baik. Mungkin ini yang menjadi alasan orang tua yang masih eksis di puncak sehingga enggan pensiun, dengan alibi belum ada orang yang bisa menggantikannya. Melahirkan pemimpin/angkatan baru yang le...